Selasa, 13 September 2016

Materi Pertemuan 3 Manajemen Public Relations

Dalam pertemuan ketiga mata kuliah manajemen public relations membahas tentang materi “proses public relations”. Dalam kegiatan atau pekerjaan seorang public relations, terdapat 4 langkah proses yang harus dilakukan. Yang pertama adalah definisi permasalahan, maksudnya adalah PR menganalisa situasi apa yang sedang terjadi di dalam instansi maupun publik. Yang kedua adalah perencanaan dan program. Di proses ini, PR merencanakan strategi apa yang harus dibuat dalam menemukan solusi permasalahan, contohnya dengan membuat suatu program yang membantu penyelesaian masalah. Yang ketiga adalah aksi dan komunikasi. Dalam hal ini, PR akan mengaplikasikan strategi berupa tindakan. Yang terakhir adalah evaluasi program.

Dalam mendefinisikan masalah tentu dibutuhkan riset atau penelitian yang mendalam mengenai masalah yang terjadi. Hal utama yang harus dilakukan dalam riset adalah pengumpulan fakta, yaitu dengan melakukan pengumpulan data primer, pengolahan dan perumusan data. Hal itu berdasarkan dari sampel yang diambil, jenis penelitian, lokasi responden dan lamanya penelitian. Selain itu, PR juga bisa melakukan content analysis, maksudnya adalah menganalisis beberapa berita dari media-media utama. Cara kedua adalah clipping service, yaitu berita yang dianalisis disebarkan atau disosialisasikan dengan eksekutif yang berkepentingan.

Ada beberapa jenis penelitian yang bisa diaplikasikan PR berdasarkan kepentingan yang terkait, yaitu sebagai berikut.

1. Penelitian Informal.
Dalam jenis penelitian ini, praktisi PR harus mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya terutama yang menyangkut opini dan sikap karyawan terhadap pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah dalam perusahaan dan hubungan dengan publik atau unsur lain diluar perusahaan. Data yang dikumpulkan berupa data lapangan dan data primer. Penelitian ini dilakukan atas pertimbangan anggaran PR yang belum memadai serta mencegah timbulnya keresahan bila perusahaan melakukan pemeriksaan secara formal.

Teknik Riset Informal.
- Menyimpan dokumen atau database.
- Kontak utama. Opinion leaders dalam komunitas industri atau organisasi.
- Komite khusus. Kelompok penasihat.
- Kelompok fokus, berupa sejumlah kecil orang yang memiliki karakteristik demografis yang sejalan atau berdekatan.
- Pemantauan informal, memonitor laporan berita baik cetak, elektronik maupun internet serta melakukan pengecekan surat masuk, telepon dan laporan penjualan.
- Internet, perpustakaan dan sumber database.

2. Penelitian Sekunder.
Dalam penelitian ini, praktisi PR harus membiasakan diri melakukan skimming atas berita-berita pokok dan membaca secara intensif artikel yang ada kaitannya dengan suatu lembaga. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diolah oleh pihak ketiga.

3. Penelitian Formal.
Dalam penelitian ini biasanya menggunakan jasa riset dan perusahaan konsultan diluar instansi. Cara melakukan penelitian ini adalah dengan cara wawancara mendalam. Pertimbangan dari jenis penelitian ini adalah karena memerlukan keahlian profesional yang membutuhkan ketekunan dan pengalaman, memerlukan obyektifitas serta menyita banyak waktu.

Teknik Riset Formal.
- Analisis isi, menghitung verbal content dari pesan tertulis atau lisan yang sudah ditranskripsikan, kliping berita, chatroom, laporan tahunan dan publikasi lain dari pesaing instansi yang terkait.
- Riset survei, pengujian secara hati-hati dan terperinci terhadap pengetahuan, persepsi, sikap dan opini dari anggota publik yang beragam. Data yang dikumpulkan berupa data demografis dan data opini.
- Riset eksperimental. Eksperimental laboratium dan lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar